Basic health policy in the context of minimum service standards at aruk border indonesia's sambas district
Keywords:
Health, Health Minimum Service, Standards, PolicyAbstract
The study aims to figure out how basic health policies are linked to Health Minimum Service Standards (HMSS) on the boundary of Aruk, Sambas Regency, West Kalimantan in the implementation context of the Law no. 23 of 2014 about regional autonomy. The study uses two methods of descriptive qualitative approach and strengthens it with action research by involving informants through the Focus Group Discussion (FGD). Research has concluded that political decentralization is a choice of citizens of the Republic of Indonesia to return to era-centralization. Health sectors in the republic of Indonesia still use market-based or other-language systems to obtain quality goods or services at their own expense. Furthermore, putting the boundary into Gate Keepers has become a national obligation in the primary health policy service that is the right of every Indonesian citizen not to distinguish where they live. According to the finding of this research, Researchers have given recommendations that should be reevaluated for the division of both central and local affairs and the boundary health care mechanism need to be reconsidered and require a simplification of health regulations.
Downloads
References
Aprilla, G. G. (2020). Analisa kebijakan standar pelayanan minimal segitiga kebijakan kesehatan minimum service standard policy analysis of toddler health services in depok city using triangle health policy. 6(2), 95–105.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sambas. (2021). Evaluasi RPJMD Kabupaten Sambas Tahun 2016-2021. In Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sambas Tahun 2021.
Dachi, R. A. (2017). Proses dan analisis kebijakan kesehatan (suatu pendekatan konseptual). Deepublish.
Efendi, F., & K., A. (2013). Review sistematis peningkatan retensi tenaga kesehatan daerah tertinggal. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.2090.6082
Engkus, Suparman, N., Sakti, F. T., & Anwar, H. S. (2019). Covid-19: Kebijakan mitigasi penyebaran dan dampak di indonesia. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Fahmi, I., Soelistyo, T., Maulani, M., & Natalia, D. (2022). Analisis Lingkungan Strategi Pulau Miangas, Pulau Terluar Indinesia Bagian Utara. Jurnal Patriot Biru Triwulan Ketiga, 43–50. https://e-jurnal.tni-au.mil.id/index.php/jpb/article/view/6/7
Farida, A., & W, N. (2021). Analisis implementasi standar pelayanan mimimal bidang kesehatan di puskesmas curug, kota serang. Jurnal JOUBAHS, 1(2), 179–190.
G, W. (1994). Health Policy: An Introduction To Process And Power. . Zed Books.
Grenn, J., & Thorogood. (1998). Analyzing Health Policy. A sociological approach. Longman Ltd. Essex.
Hendarwan, H., Rosita, R., & Suriani, O. (2016). Analisis implementasi standar pelayanan minimal bidang kesehatan kabupaten/kota. Jurnal Ekologi Kesehatan, 14(4), 367–380. https://doi.org/10.22435/jek.v14i4.4716.367-380
Jaswin, E., Basri, H., & Fahlevi, H. (2019). Implementasi penganggaran berbasis kinerja dalam pencapaian standar pelayanan minimal (spm) penyelenggara pelayanan kesehatan pada dinas kesehatan kabupaten bener meriah. Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam, 4(2), 284–299. https://doi.org/https://doi.org/10.24815/jped.v4i2.13023
Karim, M. I. T., Moenta, A. P., & Riza, M. (2018). Implementasi kebijakan pemerintah daerah di bidang kesehatan masyarakat melalui jaminan kesehatan nasional. Amanna Gappa, 21(1), 53–63.
Kusnanto, H. (2011). Kebijakan kesehatan masyarakat berbasis bukti evidence-based public health policy. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 14(1), 11–19.
Kuzairi, U., Yuswadi, H., Budiharjo, A., & Patriadi, H. B. (2017). Implementasi standar pelayanan minimal (spm) pada pelayanan publik bidang pelayanan kesehatan (studi kasus pada rumah sakit umum dr. h. koesnadi bondowoso). Politico, 17(2), 184–205. http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/POLITICO/article/view/881
Margiluruswati, P., & Irmawati, L. I. (2017). Analisis ketepatan waktu tunggu pelayanan resep pasien jkn dengan standar pelayaan minimal rumah sakit 2017 (studi di upf rawat jalan rsud bhakti dharma husada) pipintri. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 3(1), 115–126.
Massie, R. (2012). Kebijakan kesehatan: proses, implementasi, analisis dan penelitian. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 12(4), 409–417. https://doi.org/https://doi.org/10.22435/bpsk.v12i4.2747
Primasari, K. L. (2015). Analisis sistem rujukan jaminan kesehatan nasional rsud. dr. adjidarmo kabupaten lebak. Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan, 1(2), 78–86.
Purnomo, E. (2016). Dasar-dasar dan Perancangan Evaluasi Pembelajaran. Media Akademi.
Rawung, D. J. (2019). Implementasi kebijakan standar pelayanan minimal bidang kesehatan di kota palu (studi pusat kesehatan masyarakat). Katalogis, 138–144. http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/Katalogis/article/view/9797
Saimima, N. I. (2021). Implementasi Kebijakan Standar Pelayanan Minimal untuk Peningkatan Kualitas Layanan Publik di Daerah. Jurnal Analisis Dan Kebijakan Publik, 15(1), 1–13.
Suharmiati, Dwi Laksono, A., & Astuti, W. D. (2013). Review kebijakan tentang pelayanan kesehatan puskesmas di daerah terpencil perbatasan (policy review on health services in primary health center in the border and remote area). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 16(2), 109–116.
Vermasari, A., Masrul, M., & Yetti, H. (2019). Analisis implementasi standar pelayanan minimal (spm) di instalasi gawat darurat (igd) rsu mayjen ha thalib kabupaten kerinci. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(2), 275.




